Jakarta (ANTARA) - Alergi udang merupakan salah satu jenis alergi makanan yang cukup sering terjadi, terutama di negara dengan konsumsi seafood yang tinggi. Kondisi ini muncul ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein tertentu yang terkandung dalam udang. Bagi sebagian orang, mengonsumsi udang dalam jumlah kecil saja sudah cukup memicu gejala seperti gatal-gatal, mual, hingga sesak napas.
Meski terlihat sepele, alergi udang bisa berdampak serius jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu alergi udang dan alasan medis di balik terjadinya reaksi tersebut, agar risiko yang mungkin timbul dapat dihindari sejak dini.
Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai alergi udang, berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.
Apa itu alergi udang?
Alergi udang termasuk ke dalam kelompok alergi kerang-kerangan atau shellfish allergy. Kondisi ini terjadi ketika tubuh menimbulkan reaksi alergi setelah mengonsumsi hewan laut yang memiliki cangkang. Menariknya, seseorang yang alergi udang belum tentu memiliki alergi terhadap semua jenis seafood atau makanan laut lainnya.
Secara umum, hewan laut penyebab alergi kerang-kerangan terbagi menjadi dua kelompok. Pertama adalah krustasea, yaitu hewan bercangkang keras seperti udang, lobster, kepiting, dan udang karang. Kedua adalah moluska, yakni hewan bercangkang lunak seperti kerang, tiram, dan remis.
Menurut penjelasan Cleveland Clinic, alergi kerang-kerangan dapat dialami oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang sebelumnya tidak pernah mengalami reaksi alergi serupa. Meski bisa muncul di segala usia, kasus alergi ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa dibandingkan anak-anak.
Selain itu, jika seseorang sudah memiliki alergi terhadap satu jenis hewan laut bercangkang, ada kemungkinan besar ia juga akan bereaksi terhadap jenis kerang-kerangan lainnya. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap makanan yang dikonsumsi menjadi hal penting bagi penderita alergi jenis ini.
Alergi udang terjadi karena kesalahan respons sistem kekebalan tubuh. Dalam kondisi normal, sistem imun melindungi tubuh dari kuman dan zat berbahaya. Namun pada penderita alergi udang, sistem imun justru menganggap protein tertentu dalam udang sebagai ancaman, padahal sebenarnya tidak berbahaya.
Penyebab dan mekanisme terjadinya alergi udang
1. Reaksi berlebihan terhadap protein udang
Protein utama pemicu alergi udang adalah tropomiosin. Saat protein ini masuk ke dalam tubuh, sistem imun penderita alergi akan memproduksi antibodi. Antibodi ini kemudian memicu pelepasan histamin yang menyebabkan gejala alergi seperti gatal, bentol, mual, atau sesak napas.
2. Faktor genetik
Risiko alergi udang lebih tinggi jika seseorang memiliki riwayat alergi dalam keluarga, baik alergi makanan, asma, maupun eksim. Faktor keturunan membuat sistem imun lebih sensitif terhadap zat tertentu.
3. Paparan yang terjadi di usia dewasa
Berbeda dengan alergi susu atau telur yang sering muncul sejak anak-anak, alergi udang justru sering muncul pertama kali saat dewasa. Hal ini diduga karena perubahan respons imun akibat paparan berulang seiring bertambahnya usia.
4. Gangguan sistem imun
Pada beberapa kasus, kondisi kesehatan tertentu dapat mempengaruhi cara kerja sistem imun sehingga lebih mudah bereaksi terhadap protein makanan, termasuk udang.
Memahami penyebab alergi udang sangat penting agar penderita dapat menghindari pemicu, mengenali gejala sejak dini, dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.
Baca juga: Tak sengaja makan udang? Ini pertolongan pertamanya jika alergi kambuh
Baca juga: Fakta alergi udang, apakah bisa sembuh total?
Baca juga: Gejala alergi udang, dari reaksi ringan hingga butuh penanganan serius
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437257/original/096868200_1765246639-christian_pulisic_milan_vs_torino.jpg)










