Ilustrasi(Doc Space)
OBSERVATORIUM Vera C. Rubin, sebuah fasilitas penelitian canggih di Chili, menemukan asteroid raksasa yang memecahkan rekor hanya dalam tujuh malam pertama masa observasi teknisnya. Penemuan ini membuktikan ketajaman teknologi baru dalam menjaga keamanan Bumi dari ancaman benda langit.
Asteroid 2024 JL5: Sang Pemecah Rekor
Melansir laporan dari Live Science, asteroid yang diberi nama 2024 JL5 ini memiliki lebar sekitar 0,8 kilometer atau hampir setengah mil. Ukuran ini menjadikannya salah satu asteroid terbesar yang ditemukan dalam waktu yang sangat singkat sejak sebuah observatorium mulai beroperasi.
Asteroid ini dikategorikan sebagai objek dekat Bumi (Near-Earth Object atau NEO). Namun, para ahli memastikan bahwa meskipun ukurannya masif, lintasan orbitnya saat ini tidak menimbulkan ancaman tabrakan langsung dengan planet kita. Penemuan ini menjadi bukti nyata kekuatan sistem Legacy Survey of Space and Time (LSST) milik Rubin yang dirancang untuk memetakan seluruh langit selatan setiap beberapa malam.
Mengutip pernyataan resmi dari situs Rubin Observatory, penemuan ini terjadi selama periode pengujian sistem yang disebut "pra-survei". Biasanya, asteroid sebesar ini membutuhkan waktu pengamatan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk diidentifikasi secara akurat.
Namun, berkat kamera digital terbesar di dunia yang dimiliki observatorium ini (3.200 megapiksel), objek tersebut berhasil ditangkap dalam hitungan hari.
Mario Jurić, pimpinan tim perangkat lunak tata surya di Observatorium Rubin dan profesor di Universitas Washington, menjelaskan melalui Scientific American bahwa penemuan ini hanyalah "puncak gunung es". Menurut Jurić, efisiensi perangkat lunak yang mereka gunakan mampu menyisir data mentah dan mengenali pola pergerakan asteroid jauh lebih cepat daripada metode konvensional.
Katalog Benda Langit
Selama ini, banyak asteroid berukuran sedang hingga besar yang sulit dideteksi karena posisinya atau tingkat kecerahannya yang rendah. Artikel di Scientific American menyoroti bahwa kemampuan Vera C. Rubin untuk menemukan asteroid sebesar 2024 JL5 dalam waktu singkat menunjukkan bahwa kita akan segera memiliki katalog lengkap benda-benda langit yang berpotensi berbahaya.
Di masa depan, Observatorium Rubin diharapkan dapat menemukan jutaan objek baru di tata surya kita, termasuk asteroid, komet, dan benda-benda di Sabuk Kuiper. Dengan data ini, para ilmuwan dapat memprediksi ancaman luar angkasa puluhan tahun lebih awal, memberikan waktu bagi umat manusia untuk menyiapkan misi pengalihan jika diperlukan.
Sumber: Live Science, Rubin Observatory, Scientific

1 day ago
9





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437257/original/096868200_1765246639-christian_pulisic_milan_vs_torino.jpg)









