Liputan6.com, Jakarta - Rumor tentang Apple bakal menyematkan kamera 200MP ke lini iPhone mereka memang sudah lama terdengar, dengan sejumlah bocoran mengungkap iPhone 18 akan menggunakan sensor kamera ini.
Namun, laporan terbaru memberi gambaran lebih jelas soal jadwal kapan iPhone 200MP bakal diluncurkan. Lewat laporan untuk investor dari Morgan Stanley terungkap, Apple baru akan membawa kamera 200MP ke iPhone 2028.
Dilansir AppleInsider, Kamis (8/1/2026), iPhone 21 yang meluncur pada 2028 akan menjadi iPhone pertama Apple yang memakai kamera 200MP.
Kabar ini juga diperkuat oleh leaker asal China, Digital Chat Station. Lewat unggahan di Weibo, ia menyebut sensor 200MP sedang ramai dibahas dalam rantai pasokan.
Walau begitu, perusahaan disebut belum memasang kamera 200MP ini ke tahap uji prototipe. Artinya, sensor tersebut masih sebatas wacana pengembangan dan belum diuji langsung di iPhone generasi terbaru.
Sebaliknya, raksasa teknologi berbasis di Cupertino itu kabarnya masih tetap fokus untuk menyempurnakan kemampuan lensa 48MP mereka untuk iPhone baru berikutnya.
Digital Chat Station mengatakan, Apple ingin menekankan fleksibilitas optik dan performa cahaya rendah dibanding sekadar menaikkan angka resolusi semata.
Salah satu caranya adalah menggunakan aperture variabel, memungkinkan kamera menyesuaikan bukaan lensa sesuai kondisi cahaya. Hasilnya, tangkapan foto atau gambar akan lebih konsisten di berbagai situasi.
Soal 200MP, Apple disebut berpotensi bekerja sama dengan Samsung sebagai pemasok utama mereka. Jika terealisasi, kamera ini berpotensi membuka peluang detail foto jauh lebih tinggi.
Meski banyak fans sudah lama menanti, Apple sepertinya tidak ingin terburu-buru mengejar angka megapiksel. Perusahaan tampaknya ingin memastikan setiap peningkatan kamera benar-benar berdampak nyata bagi pengalaman pengguna.
Apple Siapkan MacBook Murah 12,9 Inci
:strip_icc()/kly-media-production/medias/800627/original/074467700_1422157959-mac.jpg)
Di sisi lain, Apple dikabarkan tengah menyiapkan MacBook kelas pemula baru yang ditujukan untuk konsumen menginginkan portabilitas tanpa harus membayar harga flagship.
Mengutip laporan TrendForce via Gizmochina, Senin (5/1/2026), perusahaan berbasis di Cupertino tersebut sedang mengembangkan MacBook dengan layar 12,9 inci dengan target peluncuran sekitar musim semi 2026.
Jika informasi ini akurat, laptop Apple tersebut akan diposiskan di bawah MacBook Air. Langkah ini juga menandai kembalinya perusahaan ke segmen laptop ultra ringkas setelah menghentikan produksi MacBook 12 inci beberapa tahun lalu.
Kali ini, performa mungkin bukan masalahnya. TrendForce mengklaim MacBook murah ini diyakini bakal menggunakan chip Apple A18 Pro, prosesor sama dengan yang digunakan pada seri iPhone 16 Pro.
Meskipun bukan chip seri M, A18 Pro diklaim menawarkan lompatan signifikan dibandingan MacBook 12 inci berbasis Intel. Performa single core dilaporkan beberapa kali lebih tinggi, sementara hasil multi core dapat mendekati M1 asli dalam beban kerja lebih ringan.
Masuk di kategori desain, layar 12.9 inci membuat ukurannya sedikit lebih kecil dibanding MacBook Air 13,6 inci. Namun, dengan bezel lebih tipis, ukuran bodinya diperkirakan tetap mendekati ukuran keyboard standar.
Pendekatan desain ini akan meniru MacBook 12 inci dipasarkan Apple pada 2015 dan 2017, dikenal ringan dan ringkas, meski kerap dikritik karena performanya. Efisiensi termal juga menjadi poin kuat, mengingat chip A18 Pro dirancang untuk beroperasi di dalam bodi iPhone yang jauh lebih kecil tanpa pendingin aktif.
MacBook ini kemungkinan akan memprioritaskan daya tahan baterai dan pengoperasian senyap, dan lebih cocok untuk mobilitas, produktivitas ringan, dan pengguna kasual dibanding kebutuhan komputasi berat.
Soal harga, belum ada informasi resmi. Namun, TrendForce memperkirakan Apple dapat menjual model ini di bawah MacBook Air saat ini dibanderol mulai sekitar USD 799 di beberapa pasar. Penggunaan chip kelas iPhone dapat menekan biaya produksi, terutama di tengah tren kenaikan harga memori.
iPhone 11 Pro hingga MacBook Air Intel Masuk Daftar Produk Vintage Apple
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/2917794/original/082088900_1569040966-IMG_20190920_180434.jpg)
Apple kembali memperbarui daftar produk lawas atau vintage mereka. Kali ini, tiga produk populer resmi masuk kategori tersebut.
Daftarnya mencakup MacBook Air chipset Intel, iPhone 11 Pro, dan Apple Watch Series 5, sebagaimana dikutip dari Apple Insider, Sabtu (3/1/2026).
Adapun status sebuah produk Apple masuk kategori vintage atau alias lawas adalah ketika raksasa teknologi berbasis di Cupertino itu telah menghentikan distribusi penjualannya lebih dari lima tahun, tetapi belum melewati tujuh tahun.
Masuknya iPhone 11 Pro ke dalam daftar ini cukup mengejutkan, mengingat smartphone flagship di 2019 ini masih menerima update iOS 26. Namun, memang tidak semua fitur bisa dipakai di model iPhone ini.
MacBook Air Retina 13 inci 2020 sendiri merupakan laptop besutan terakhir Apple yang masih menggunakan prosesor Intel, sebelum akhirnya perusahaan beralih ke chipset buatan mereka sendiri.
Laptop ini dihentikan penjualannya pada akhir 2020, bertepatan dengan diluncurkannya MacBook Air M1. Saat ini, laptop Apple tersebut tercatat hanya mendukung hingga macOS Sequoia.
Sementara itu, Apple Watch Series 5 terakhir kali mendapatkan pembaruan watchOS 10. Seperti perangkat mereka yang lain, perusahaan masih tetap menggulirkan update keamanan.
Bagi pengguna di Indonesia, ini dapat menjadi sinyal untuk mulai mempertimbangkan upgrade, terutama jika perangkat yang dipakai untuk aktivitas produktif jangka panjang
Hacker Sebar Malware Baru ke Mac
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3226349/original/053099500_1599036996-New_Project__7_.jpg)
Selama beberapa tahun, Mac kerap kali lebih aman dibandingkan PC pada umumnya. Anggapan ini bukan karena Apple sempurna, melainkan karena hacker (peretas) lebih menargetkan pengguna Windows.
Namun, seiring jumlah pengguna Mac yang kian meningkat, penjahat siber mulai memberi perhatian lebih serius pada perangkat baru.
Dilansir Gizchina, Jumat (2/1/2026), laporan terbaru dari Jamf Threat Labs mengungkap keberadaan virus baru yang sangat licik. Virus ini mampu tampil sebagai aplikasi normal dan aman, sehingga sulit terdeteksi.
Temuan ini menjadi peringatan bahwa meningkatnya popularitas Mac turut menjadikannya sasaran serangan siber yang kian canggih.
Mengelabui Keamanan
Bagian yang paling mengkhawatirkan dari temuan ini yaitu bagaimana cara peretas menipu sistem keamanan Apple. Biasanya, aplikasi yang diunduh dari luar sumber resmi harus memiliki izin digital berupa sertifikat Developer ID.
Namun, kini peretas memanfaatkan sertifikat asli yang diperoleh dari pasar gelap. Karena malware tersebut menggunakan ID Apple yang sah, sistem operasi menganggap sebagai aplikasi resmi.
Akibatnya, perangkat lunak berbahaya tersebut bisa melewati peringatan keamanan standar yang biasanya mencegah aplikasi tidak terverifikasi dijalankan.

3 days ago
6
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4844229/original/016966500_1716808809-IMG_20240221_113622.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4802930/original/039812500_1713250575-Samsung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445163/original/067001200_1765813342-menkomdigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5246928/original/054043800_1749492130-photo_6212900833864043095_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407908/original/056215800_1762757535-samsung-s26-ultra.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211837/original/081530200_1746597513-GTA_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368344/original/032314400_1759374030-M7_World_Championship_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3044009/original/039738900_1581055610-android-2618093_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468081/original/038817800_1767941190-Asus_ROG_Cetra_Open_Wireless_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468271/original/067109200_1767945856-Huawei_FreeClip_2_resmi_meluncur_di_Indonesia_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307755/original/020875800_1754478959-Ilustrasi_Roblox.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468080/original/090214200_1767941166-Huawei_MatePad_12X.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444224/original/057728400_1765773637-Casing_iPhone_17_Pro_dan_Pro_Max_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445519/original/038557200_1765858409-Infinix_NOTE_60_Series.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4388071/original/050497100_1681018060-babak-habibi-34uOaL1He4w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5349908/original/030690300_1757940749-update_iOS_26_sudah_disebar_secara_global.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4940652/original/078573500_1725909920-iPhone_16_Pro_01.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437257/original/096868200_1765246639-christian_pulisic_milan_vs_torino.jpg)









