Meta Akuisisi Startup AI China Senilai Rp 33 Triliun

1 week ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Meta mengumumkan telah mengakusisi Manus, startup asal China yang sempat viral pada awal 2025 berkat peluncuran produk yang diklaim sebagai agen kecerdasan buatan (AI) pertama yang benar-benar fungsional dan siap digunakan.

Langkah ini menegaskan ambisi Meta untuk memperkuat posisinya dalam persaingan global teknologi AI.

Kesepakatan itu pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal. Nilai akusisi tersebut menembus lebih dari USD 2 miliar atau sekitar Rp 33,3 triliun. Investasi besar ini menjadi sinyal kuat bahwa Meta tak ingin tertinggal dalam perlombaan pengembangan AI generative dan agen cerdas yang kini semakin kompetitif.

Mengutip Zdnet, Sabtu (3/1/2026), akusisi Manus dapat membantu Meta untuk menghadirkan sistem AI yang lebih praktis dan bermanfaat bagi basis penggunanya yang sangat besar--berpotensi memperkecil jarak Meta dengan laboratorium AI terkemuka dunia seperti OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind.

Meski memiliki dukungan modal dan sumber daya komputasi yang kuat, serta menempati peringkat keenam sebagai perusahaan terbesar di dunia, Meta selama ini dinilai relatif tertinggal dalam menghadirkan AI yang benar-benar menyentuh kebutuhan konsumen.

Akuisisi Manus menjadi upaya strategis Meta untuk mengejar ketertinggalan tersebut sekaligus mempercepat pengembangan AI yang lebih fuungsional.

Apa Untungnya bagi Meta?

Akusisi Manus membuka peluang bagi Meta untuk mengembangkan dan meluncurkan agen AI miliknya sendiri di berbagai platform seperti Instagram, Facebook, Messenger, dan WhatsApp. Kehadiran agen AI ini juga diperkirakan dapat memperluas fungsi asisten digital Meta di dalam ekosistem aplikasinya.

Di sisi lain, Meta tidak sepenuhnya melebur Manus ke dalam bisnis intinya. Startup yang berbasis di Singapura itu disebut akan tetap beroperasi secara mandiri dan terus menjual layanannya sendiri. Hal ini disampaikan dalam pengumuman resmi pada Senin lalu.

Skema tersebut juga membuka peluang aliran pendapatan tambahan bagi Meta dari basis pengguna Manus yang terus bertumbuh.

Dana ini berpotensi mendukung ambisi besar Meta di bidang AI, termasuk target jangka panjang perusahaan untuk mengembangkan sistem AI tingkat lanjut yang kerap disebut sebagai “superintelligence.”

Fokus Baru Meta di Pengembangan AI

Meta resmi mengubah nama dari Facebook pada 2021 sebagai penanda pergeseran strategi perusahaan. Saat itu, Meta menempatkan pengembangan metaverse sebagai fokus utama, dengan keyakinan bahwa dunia virtual akan menjadi masa depan interaksi sosial dan aktivitas ekonomi.

Namun, strategi tersebut belum berjalan sesuai harapan. Penjualan perangkat realitas virtual tercatat melambat, sementara platform metaverse seperti Horizon Worlds minim aktivitas pengguna.

Seiring melonjaknya popularitas AI generatif setelah peluncuran ChatGPT, Mark Zuckerberg kembali mengubah arah bisnis perusahaan.

Pada 2023, Meta menetapkan “Tahun Efisiensi” dan menjadikan riset serta pengembangan AI sebagai prioritas utama. Sejak itu, Meta meningkatkan investasi pada model bahasa besar sumber terbuka Llama, sekaligus memperluas integrasi asisten AI Meta ke seluruh aplikasinya.

UNDP: Deepfake AI Bisa Picu Perang Nuklir

Pengembangan kecerdasan buatan (AI), khususnya deepfake, berpotensi mengancam keamanan nuklir global, majalah Foreign Affairs melaporkan pada Senin (29/12/2025).

Kepala Ekonom Biro Regional Asia-Pasifik Program Pembangunan PBB (UNDP) Philip Schellekens, memperingatkan bahwa penerapan AI di bidang militer bisa menjadi ancaman terhadap eksistensi manusia dan bisa menelan korban jiwa secara masif.

Dia menekankan perlunya teknologi itu diatur agar digunakan secara sangat bertanggung jawab, dikutip dari laman Antara News, Rabu (31/12/2025).

Menurut laporan majalah AS itu, deepfake — manipulasi audio visual dengan AI untuk membuat konten baru yang terlihat asli dan meyakinkan — dapat memicu pemimpin-pemimpin negara bersenjata nuklir untuk melancarkan serangan nuklir.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Read Entire Article