La Galigo, Arung Palakka, dan Kawali dalam Historiografi Kampung

6 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

La Galigo: Struktur Kosmologi dan Legitimasi Kekuasaan

La Galigo bukan sekadar epik panjang yang eksis untuk dibanggakan sebagai "terpanjang di dunia". Ia adalah struktur konseptual masyarakat Bugis pra-Islam. Dalam teks ini, dunia dipahami sebagai hasil intervensi makhluk langit (To Manurung) yang turun untuk menata bumi. Konsep tersebut membentuk sebuah gagasan bahwa kekuasaan bukan sekadar hasil perebutan, tetapi memiliki legitimasi politik.

Sang peneliti Christian Pelras menunjukkan bahwa sistem tingkatan sosial Bugis tidak bisa dilepaskan dari narasi asal-usul sakral tersebut. Bangsawan tidak hanya berkuasa karena militer, tetapi karena garis keturunan yang terikat dengan figur mitologis seperti Batara Guru dan Sawerigading. Ini penting: dalam masyarakat Bugis, politik selalu berkaitan dengan kosmologi.

Dengan demikian, La Galigo menyediakan "bahasa simbolik" kemudian digunakan dalam pembacaan terhadap tokoh-tokoh sejarah nyata.

Arung Palakka: Politik, Trauma Kolektif, dan Perubahan Hegemoni

La Tenritatta To Unru biasa disebut Arung Palakka hidup dalam konteks dominasi Kesultanan Gowa atas Bone pada pertengahan abad ke-17. Leonard Andaya menjelaskan terkait konflik antara Bone dan Gowa bukan sekadar perang antar kerajaan, melainkan pertarungan hegemoni regional.

Pengalaman penaklukan Bone oleh Gowa menciptakan trauma kolektif. Arung Palakka muncul sebagai tokoh yang mengartikulasikan perlawanan tersebut. Aliansinya dengan VOC sering dibaca secara dangkal sebagai "pengkhianatan". Namun, dalam kerangka politik abad ke-17, koalisi lintas kekuatan adalah strategi rasional untuk mematahkan dominasi.

Perjanjian Bongaya (1667) menjadi titik balik: Gowa melemah, Bone menjadi kuat, dan konfigurasi kekuasaan Sulawesi Selatan berubah secara drastis. Di sini Arung Palakka adalah tokoh sejarah konkret, tercatat dalam arsip Belanda dan lontara lokal.

Namun, historiografi kampung tidak berhenti pada arsip. Ia membaca Arung Palakka sebagai pemulih Siri' Bone yang menjadi harga diri. Ini bukan pembacaan kisah romantik sematan, tetapi refleksi dari memori sosial yang menempatkan kehormatan kolektif sebagai inti konflik.

Kawali, Siri', dan Tubuh Politik

Kawali atau badik tidak bisa direduksi menjadi senjata tradisional. Ia adalah simbol utama dari konsep Siri'-Harga Diri yang menjadi fondasi etika Bugis. Pelras dan sejumlah etnografer lain menegaskan bahwa Siri' adalah mekanisme sosial yang mengatur relasi kehormatan.

Kawali Senjata Tradisional Bugis. Dok: Pribadi

Dalam konteks politik abad ke-17, konflik ini bukan soal wilayah, tetapi soal martabat dan harga diri. Ketika Bone ditundukkan Gowa, yang terluka bukan hanya susunan kekuasaan, tetapi Siri' kolektif. Kawali menjadi representasi material dari kesiapan mempertahankan martabat itu.

Mengaitkan Arung Palakka dengan kawali dalam historiografi kampung berarti membaca politik sebagai persoalan kehormatan, bukan sekadar diplomasi atau ekonomi.

Historiografi Kampung: Memori sebagai Produksi Sejarah

Historiografi modern bekerja dengan kritik sumber, arsip kolonial, dan vertikal tekstual. Namun, di Sulawesi Selatan, tradisi lontara dan cerita lisan tetap menjadi jalur komunikasi sejarah.

Stephen Druce dan C.C Macknight menunjukkan bahwa lontara bukan mitos murni, melainkan campuran antara kronik politik, legitimasi genealogis, dan interpretasi simbolik. Artinya, historiografi kampung tidak bisa langsung didiskualifikasi sebagai "tidak ilmiah". Ia adalah bentuk produksi makna sejarah.

Perbedaan muncul pada cara membaca:

  • Arsip kolonial menekankan kepentingan VOC.

  • Lontara menekankan legitimasi lokal.

  • Cerita kampung menekankan Siri' dan identitas.

Mahasiswa sejarah seharusnya mampu membaca ketiganya secara komparatif, bukan memilih satu dan menolak yang lain.

Benang Merah: Dari Epik ke Politik

La Galigo membentuk imajinasi kosmologis. Arung Palakka adalah tokoh historis dalam perubahan hegemoni. Kawali adalah simbol konkret Siri'.

Ketiganya bertemu dalam satu garis yaitu: legitimasi dan kehormatan.

Historiografi kampung menyambungkan epik dan poli...

Read Entire Article