Berikut sakinah mawaddah warahmah artinya(freepik)
DALAM setiap undangan pernikahan atau ucapan selamat kepada pengantin baru, kita sering mendengar atau membaca doa agar pasangan tersebut menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Namun, apakah Anda sudah benar-benar memahami sakinah mawaddah warahmah artinya apa secara mendalam? Frasa ini bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam membangun rumah tangga yang kokoh dan diridhai oleh Allah SWT.
Memahami makna di balik tiga kata tersebut sangat krusial bagi pasangan suami istri, baik yang baru menikah maupun yang sudah lama mengarungi bahtera rumah tangga. Islam menempatkan pernikahan sebagai ibadah terpanjang, dan ketiga elemen ini adalah pilar penyangganya. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai definisi, dalil, dan cara mengamalkannya.
Dalil Utama: Surat Ar-Rum Ayat 21
Istilah sakinah, mawaddah, dan warahmah diambil dari firman Allah SWT di dalam Al-Qur'an. Ayat ini menjadi landasan teologis mengenai tujuan penciptaan pasangan hidup bagi manusia. Sebagaimana tercantum dalam Surat Ar-Rum ayat 21:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Artinya: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum: 21).
Penjelasan Makna Kata per Kata
Untuk memahami konsep keluarga ideal dalam Islam, kita perlu membedah sakinah mawaddah warahmah artinya dari sisi bahasa dan tafsir para ulama.
1. Sakinah (Ketenteraman)
Kata Sakinah berasal dari Bahasa Arab sakana yang berarti diam, tenang, atau tenteram setelah sebelumnya bergerak atau terguncang. Dalam konteks pernikahan, sakinah bermakna ketenangan hati yang dirasakan suami dan istri saat bersama. Rumah tangga yang sakinah adalah tempat di mana penghuninya merasa aman, damai, dan terlindungi dari gejolak masalah di luar rumah.
Sakinah adalah pondasi awal. Tanpa ketenangan, mustahil cinta dan kasih sayang bisa tumbuh subur. Istri menjadi tempat berteduh bagi suami, dan suami menjadi pelindung bagi istri.
2. Mawaddah (Rasa Cinta)
Mawaddah sering diartikan sebagai cinta kasih atau mahabbah. Namun, mawaddah memiliki makna yang lebih spesifik, yaitu cinta yang membara, ketertarikan fisik, dan rasa ingin memiliki. Ini adalah jenis cinta yang biasanya dominan di masa-masa awal pernikahan. Mawaddah mencakup aspek romantisme, kekaguman terhadap fisik pasangan, dan hasrat biologis yang halal.
Para ahli tafsir menjelaskan bahwa mawaddah adalah perasaan cinta yang membuat seseorang ingin memberikan kebaikan kepada pasangannya dan berharap pasangannya bahagia.
3. Warahmah (Kasih Sayang dan Belas Kasih)
Kata Wa adalah kata sambung (dan), sedangkan Rahmah berarti kasih sayang, ampunan, dan belas kasih. Jika mawaddah lebih berorientasi pada fisik dan romantisme, Rahmah adalah tingkatan cinta yang lebih tinggi dan spiritual. Rahmah muncul dalam bentuk kepedulian, kesabaran, memaafkan kekurangan pasangan, dan keinginan untuk saling menjaga hingga tua.
Ketika fisik mulai menua dan kecantikan atau ketampanan memudar, mawaddah mungkin berkurang, namun rahmah-lah yang akan mempertahankan keutuhan rumah tangga. Rahmah adalah wujud tanggung jawab dan kesetiaan yang tulus.
Perbedaan Mawaddah dan Rahmah
Seringkali orang menyamakan kedua istilah ini, padahal terdapat perbedaan mendasar yang saling melengkapi:
- Mawaddah: Sering dikaitkan dengan kelapangan, masa muda, dan aspek materi atau fisik. Ini adalah energi yang menggebu-gebu.
- Rahmah: Sering dikaitkan dengan kondisi sulit, masa tua, kelemahan, atau kekurangan. Ini adalah energi yang menenangkan dan melindungi.
Kombinasi keduanya menciptakan keseimbangan. Saat ada masalah atau konflik, rahmah (rasa kasihan dan sayang) akan meredam ego, sehingga mawaddah (cinta) tidak hancur seketika.
Tips Mewujudkan Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah
Mengetahui sakinah mawaddah warahmah artinya saja tidak cukup; diperlukan ikhtiar nyata untuk mewujudkannya. Berikut adalah langkah-langkah praktis menurut pandangan Islam:
- Luruskan Niat karena Allah SWT
Jadikan pernikahan sebagai sarana ibadah. Ketika tujuan utamanya adalah ridha Allah, maka segala rintangan akan dihadapi dengan kesabaran. - Saling Menjalankan Hak dan Kewajiban
Suami sebagai pemimpin (qawwam) wajib memberikan nafkah lahir batin dan perlindungan. Istri wajib taat dan menjaga kehormatan suami. Keseimbangan hak dan kewajiban menciptakan keadilan dalam rumah tangga. - Komunikasi yang Ahsan (Baik)
Banyak konflik rumah tangga bermula dari komunikasi yang buruk. Biasakan berbicara dengan lemah lembut, menjadi pendengar yang baik, dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. - Saling Memaafkan dan Menutupi Aib
Pasangan adalah "pakaian" bagi satu sama lain (QS. Al-Baqarah: 187). Artinya, suami istri harus saling menutupi kekurangan dan tidak mengumbar aib pasangan kepada orang lain. - Menghidupkan Suasana Agama di Rumah
Rumah yang di dalamnya sering dibacakan ayat suci Al-Qur'an, didirikan shalat berjamaah, dan dihiasi dzikir akan mendatangkan ketenangan (sakinah) dari Allah SWT.
Doa untuk Pengantin Baru
Selain memahami arti dan mengupayakannya, kita juga dianjurkan mendoakan keberkahan bagi pasangan suami istri. Doa yang diajarkan Rasulullah SAW bukanlah sekadar ucapan "semoga bahagia", melainkan doa keberkahan dalam segala situasi:
بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
Latin: Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khair.
Artinya: "Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Demikianlah penjelasan lengkap mengenai sakinah mawaddah warahmah artinya beserta dalil dan implementasinya. Membangun keluarga yang harmonis bukanlah proses instan, melainkan perjalanan seumur hidup yang memerlukan ilmu, kesabaran, dan doa yang tak putus. (Z-4)

2 days ago
12



























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437257/original/096868200_1765246639-christian_pulisic_milan_vs_torino.jpg)











