Liputan6.com, Jakarta - Autofagi adalah cara alami tubuh membersihkan dan mendaur ulang bagian sel yang sudah rusak atau tidak terpakai. Sel sendiri merupakan unit dasar pembentuk seluruh jaringan dan organ tubuh. Di dalam setiap sel terdapat berbagai komponen yang bekerja menjaga sel tetap hidup dan berfungsi.
Namun, seiring waktu, sebagian komponen sel bisa rusak atau berhenti bekerja. Jika dibiarkan menumpuk, ‘sampah’ ini bisa mengganggu kinerja sel. Autofagi hadir sebagai sistem pembersihan yang membantu sel tetap sehat dan efisien seperti dilansir dari Cleveland Clinic pada Jumat, 9 Januari 2026.
Autofagi bekerja seperti sistem daur ulang. Bagian sel yang rusak akan dipilah, lalu dipecah menjadi komponen yang lebih kecil. Bagian yang masih bisa digunakan akan dimanfaatkan kembali, sementara sisanya dibuang.
Proses ini dibantu oleh protein khusus yang disebut autophagy-related proteins (ATGs). Protein ini memicu terbentuknya struktur bernama autofagosom, yang bertugas mengangkut bagian sel yang rusak menuju lisosom.
Lisosom adalah bagian sel yang berfungsi seperti ‘pencerna’. Di sinilah bagian sel yang rusak dipecah. Setelah proses ini selesai, lisosom akan melepaskan kembali komponen yang masih berguna agar bisa dipakai ulang oleh sel untuk membentuk bagian baru.
Istilah autofagi berasal dari bahasa Yunani, yaitu autos yang berarti ‘diri sendiri’ dan phagomai yang berarti ‘memakan’. Secara sederhana, autofagi berarti sel ‘memakan’ bagian dari dirinya sendiri.
Kapan Autofagi Terjadi?
Autofagi biasanya aktif saat sel berada dalam kondisi kekurangan nutrisi atau oksigen, atau ketika sel mengalami kerusakan. Dalam situasi ini, tubuh tidak mendapatkan cukup energi dari luar, sehingga sel harus memaksimalkan sumber daya yang ada di dalamnya.
Dengan autofagi, sel menggunakan kembali komponen internalnya agar tetap bisa bertahan. Proses ini tidak hanya membantu sel hidup, tetapi juga membuat sel bekerja lebih efisien karena hanya menyisakan bagian yang benar-benar dibutuhkan.
Hal-Hal yang Bisa Memicu Autofagi
Autofagi terjadi secara alami, tetapi aktivitasnya dapat meningkat saat tubuh berada dalam kondisi tertentu. Beberapa cara yang diketahui dapat memicu autofagi antara lain:
1. Puasa
Puasa berarti tidak makan selama jangka waktu tertentu. Saat tubuh kekurangan nutrisi, sel terdorong untuk mendaur ulang komponen internalnya agar tetap berfungsi.
2. Pembatasan Kalori
Mengurangi jumlah kalori harian juga dapat memicu autofagi. Ketika asupan energi berkurang, sel akan beradaptasi dengan menggunakan kembali bagian sel yang ada.
3. Pola Makan Tinggi Lemak dan Rendah Karbohidrat
Pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat, seperti diet keto, mengubah cara tubuh menghasilkan energi. Tubuh lebih banyak membakar lemak dibandingkan karbohidrat, dan perubahan ini dapat memicu autofagi.
4. Olahraga
Olahraga dapat meningkatkan aktivitas ATGs, terutama melalui stres pada otot rangka. Jenis dan intensitas olahraga menentukan seberapa besar autofagi yang terjadi.
Meski begitu, tidak semua orang aman mencoba cara-cara ini. Puasa, pembatasan kalori, atau diet tertentu tidak dianjurkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, atau orang dengan kondisi seperti diabetes. Olahraga berat juga sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Potensi Manfaat Autofagi
Dikutip dari Everyday Health, autofagi memang terjadi secara alami, tetapi para peneliti masih mempelajari apakah upaya memicu autofagi dapat memberikan manfaat kesehatan tertentu. Penelitian tersebut masih berada pada tahap awal. Berikut beberapa potensi manfaat autofagi:
1. Umur Panjang
Kemampuan sel melakukan autofagi dipercaya menurun seiring usia. Beberapa studi pada hewan menemukan bahwa peningkatan autofagi berkaitan dengan usia hidup yang lebih panjang dan kondisi kesehatan yang lebih baik, meski hal ini belum dipastikan pada manusia.
2. Berat Badan
Belum ada bukti bahwa autofagi secara langsung menyebabkan penurunan berat badan. Namun, proses ini diduga memengaruhi hormon pengatur rasa lapar seperti ghrelin, insulin, dan glukagon, yang dapat menurunkan rasa lapar secara tidak langsung.
3. Penyakit Kronis
Gangguan autofagi diketahui berkaitan dengan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit metabolik seperti diabetes, beberapa jenis kanker, serta penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson dan Alzheimer. Oleh karena itu, autofagi terus diteliti dalam kaitannya dengan pencegahan dan penanganan penyakit-penyakit tersebut.

21 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3129634/original/054854500_1589548428-Fresh_Onion.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4320348/original/045358200_1676043737-pratik-gupta-CNOo9ZMBqRM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4916776/original/068984900_1723534956-young-adults-having-fun-open-mic.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5334219/original/040436000_1756710026-IMG_6922.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760875/original/002982700_1709526018-IMG_1453.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124885/original/086799300_1738907998-sick-woman-with-cough-throat-infection-bed-covering-his-face-while-coughing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5468216/original/036687700_1767944431-Healing.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2903367/original/044657600_1567739509-foto3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426474/original/003478700_1764306642-little-girl-looks-her-teddy-bear-child-with-favorite-toy-blurred-background-copy-space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467425/original/044555900_1767882053-20260108_132852.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467349/original/079815100_1767873932-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_10.37.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437668/original/008965500_1765260399-hands-holding-knife-fork-alarm-clock-plate-blue-background__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998022/original/048425400_1650250763-tread-flower-gb46e90f99_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405618/original/035755500_1762490751-IMG-20251107-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467595/original/073114300_1767924014-internet.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659931/original/091620700_1700718204-F_YRTdTaIAAPvSp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592288/original/043510200_1695963965-F6v8etCbkAEXI1z.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465354/original/015062500_1767766047-pressfoto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467903/original/032337400_1767934102-serat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324704/original/036799900_1755858781-woman-asleep-bed-while-her-alarm-shows-early-time-home-bedroom_1150-8383.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437257/original/096868200_1765246639-christian_pulisic_milan_vs_torino.jpg)









