Liputan6.com, Jakarta - Banyak pemilik rumah seringkali membersihkan pekarangan mereka dari tumbuhan yang dianggap gulma, tanpa menyadari bahwa beberapa di antaranya adalah tanaman liar di pekarangan yang sering dicabut padahal bermanfaat. Kebiasaan mencabut dan membuang tumbuhan ini sebenarnya menghilangkan potensi besar untuk memanfaatkan obat herbal alami yang tumbuh secara gratis.
Ironisnya, tanaman liar di pekarangan yang sering dicabut padahal bermanfaat ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional oleh nenek moyang kita. Kesadaran akan khasiatnya semakin meningkat seiring dengan tren kembali ke alam dan popularitas pengobatan herbal.
Para ahli botani dan herbalis modern telah melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa banyak gulma memiliki senyawa aktif berpotensi setara atau bahkan lebih baik dari tanaman obat budidaya. Hal ini menekankan pentingnya untuk mengenali dan memahami nilai setiap tumbuhan di sekitar kita, terutama tanaman liar di pekarangan yang sering dicabut padahal bermanfaat.
Berikut ini telah Liputan6.com ulas secara mendalam potensi dari 15 jenis gulma yang sering ditemui, pada Rabu (7/1).
Tanaman Liar Berkhasiat Penyembuh Luka dan Anti-Inflamasi
1. Anting-Anting: Si Kecil Penyembuh Luka
Anting-anting, atau Acalypha indica, merupakan jenis tanaman herba yang seringkali tumbuh liar di pekarangan, ladang, atau pinggir jalan di wilayah tropis dan subtropis. Ciri khasnya adalah daun oval bertepi bergerigi serta bunga kecil yang menjuntai menyerupai anting-anting. Tanaman ini seringkali dianggap sebagai gulma, padahal memiliki potensi besar sebagai obat herbal.
Kandungan fitokimia seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan glikosida menjadikan anting-anting kaya manfaat. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada sifat anti-inflamasi, antibakteri, dan antioksidan yang dimilikinya. Oleh karena itu, tanaman ini termasuk dalam kategori tanaman liar di pekarangan yang sering dicabut padahal bermanfaat untuk kesehatan.
Untuk penyembuhan luka, anting-anting memiliki efek hemostatik yang membantu menghentikan pendarahan dan mempercepat proses pengeringan. Daun segar dapat dilumatkan dan ditempelkan pada luka luar untuk mendapatkan khasiatnya. Selain itu, ekstrak daunnya juga menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang signifikan, berkat senyawa flavonoid dan terpenoid yang menghambat peradangan.
Tanaman ini juga dikenal sebagai diuretik alami yang membantu peluruhan air seni, mendukung proses detoksifikasi tubuh. Kandungan antioksidannya, seperti flavonoid dan fenolat, berperan penting dalam menangkal radikal bebas. Secara tradisional, anting-anting telah dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai kondisi lain seperti diare, disentri, eksim, batuk, hingga asam urat.
2. Babadotan: Penurun Demam Alami
Babadotan atau Ageratum conyzoides dikenal luas dalam pengobatan tradisional sebagai penurun demam dan antiseptik alami. Tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang berkontribusi pada efek antipiretik dan antimikroba. Penggunaan babadotan untuk mengobati luka terbuka telah menjadi praktik turun-temurun yang terbukti efektivitasnya secara empiris.
Mekanisme kerja babadotan dalam menurunkan demam melibatkan stimulasi pusat pengaturan suhu tubuh di hipotalamus, sementara sifat antiseptiknya membantu mencegah infeksi pada luka. Aplikasi eksternal dengan cara membalur akar yang dihaluskan pada kulit memberikan efek pendinginan yang membantu menormalkan suhu tubuh, terutama pada anak-anak yang mengalami demam tinggi.
Selain itu, babadotan juga memiliki sifat antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas, serta membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti kembung dan diare. Tanaman ini juga dapat mencegah kerusakan hati dan memiliki potensi untuk mengatasi malaria.
3. Kitolod: Obat Mata dan Sakit Gigi
Kitolod atau Hippobroma longiflora adalah tanaman liar dengan daun hijau tua bergerigi yang mudah ditemukan di dekat perairan atau tanah lembap. Bunganya berukuran mungil dan berwarna putih yang khas. Kitolod mengandung alkaloid seperti lobelin dan isotomin, serta saponin dan flavonoid yang memberikan berbagai efek terapeutik.
Tanaman ini memiliki sifat anti-inflamasi, analgesik, dan hemostatik yang sangat bermanfaat untuk berbagai kondisi medis. Kitolod berkhasiat untuk mengobati masalah mata, meredakan sakit gigi, menyembuhkan luka, serta mengatasi asma dan radang tenggorokan.
Namun, perlu hati-hati karena getah kitolod mengandung racun dosis rendah, sehingga penggunaannya harus tepat dan tidak berlebihan. Penting untuk mengikuti panduan penggunaan yang benar dan berkonsultasi dengan ahli sebelum mengaplikasikannya, terutama untuk mata.
Gulma Berkhasiat Anti-Kanker dan Detoksifikasi
4. Rumput Mutiara: Penghambat Sel Kanker
Rumput mutiara atau Hedyotis corymbosa merupakan jenis rumput liar yang sering tumbuh di retakan beton atau lapisan semen. Tanaman ini juga dikenal dengan nama rumput siku-siku, daun mutiara, lidah ular, atau katepan. Rumput mutiara mengandung dua senyawa aktif utama yaitu asam ursolat dan asam oleanolat yang telah terbukti secara in-vitro memiliki sifat anti-kanker.
Kedua senyawa tersebut bekerja dengan cara menghambat progresi siklus sel pada sel kanker dan menginduksi apoptosis atau kematian sel terprogram pada sel-sel abnormal. Selain potensi anti-kanker, rumput mutiara juga bermanfaat untuk menyembuhkan tonsilitis, faringitis, bronkitis, pneumonia, dan gondongan.
Tanaman ini juga efektif untuk radang usus buntu, hepatitis, dan kolesistitis. Untuk penyakit luar, rumput mutiara efektif mengobati bisul dan luka infeksi, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
5. Meniran: Imunomodulator Tradisional
Meniran, baik yang berjenis hijau (Phyllanthus niruri) maupun merah (Phyllanthus urinaria), mengandung kompleks fitokimia termasuk alkaloid, damar, flavonoid, kalium, lignan, saponin, dan tanin. Tanaman ini memiliki daun yang sedikit mirip putri malu dengan bentuk bulat telur dan tersusun majemuk. Kedua jenis meniran sama-sama memiliki khasiat obat yang sangat baik.
Fungsi imunomodulator meniran bekerja dengan cara meregulasi sistem imun, tidak hanya meningkatkan tetapi juga menyeimbangkan respons imunitas tubuh. Meniran berkhasiat melancarkan air seni (diuretik), meningkatkan daya tahan tubuh, dan menurunkan demam.
Tanaman ini juga dapat mengobati sakit maag, menghilangkan nyeri haid, mengobati malaria, menyembuhkan sakit gigi, dan menurunkan berat badan. Selain itu, meniran bermanfaat untuk menyembuhkan luka bakar dan mengobati epilepsi. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan lemah syahwat.
6. Tapak Liman: Antioksidan Super
Tapak liman atau Elephantopus scaber memiliki karakteristik khas berupa daun yang tumbuh melingkar seperti kipas dengan permukaan yang sedikit berkilau dan berbulu halus. Bentuknya mirip tempuyung namun dapat dibedakan dari bunganya yang berwarna ungu, sementara tempuyung berbunga kuning. Tanaman ini kaya akan senyawa fenolik dan flavonoid yang memberikan efek antioksidan kuat.
Tapak liman memiliki khasiat antioksidan, antiseptik, antihepatotoksik, anti-inflamasi, dan antikanker yang sangat komprehensif. Tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk mengobati diab...

4 days ago
9
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3355492/original/039232700_1611214541-pawel-czerwinski-3DT_d9ttbv0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3147908/original/079804100_1591692643-2960712.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3129634/original/054854500_1589548428-Fresh_Onion.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4320348/original/045358200_1676043737-pratik-gupta-CNOo9ZMBqRM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4916776/original/068984900_1723534956-young-adults-having-fun-open-mic.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5334219/original/040436000_1756710026-IMG_6922.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760875/original/002982700_1709526018-IMG_1453.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124885/original/086799300_1738907998-sick-woman-with-cough-throat-infection-bed-covering-his-face-while-coughing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5468216/original/036687700_1767944431-Healing.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4779722/original/080291100_1711003602-alarm-glass-water-near-fruits.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2903367/original/044657600_1567739509-foto3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426474/original/003478700_1764306642-little-girl-looks-her-teddy-bear-child-with-favorite-toy-blurred-background-copy-space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467425/original/044555900_1767882053-20260108_132852.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467349/original/079815100_1767873932-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_10.37.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437668/original/008965500_1765260399-hands-holding-knife-fork-alarm-clock-plate-blue-background__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998022/original/048425400_1650250763-tread-flower-gb46e90f99_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405618/original/035755500_1762490751-IMG-20251107-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467595/original/073114300_1767924014-internet.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659931/original/091620700_1700718204-F_YRTdTaIAAPvSp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592288/original/043510200_1695963965-F6v8etCbkAEXI1z.jpeg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437257/original/096868200_1765246639-christian_pulisic_milan_vs_torino.jpg)









