7 Penyebab Tidur Terlalu Lama dan Bahayanya bagi Kesehatan

2 days ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Selama ini, perhatian publik lebih sering tertuju pada dampak kurang tidur. Padahal, tidur yang berlebihan juga dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan dan bahkan menjadi tanda adanya gangguan medis tertentu.

Setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda, tergantung usia, aktivitas, dan gaya hidup. Namun, jika seseorang tidur terlalu lama dan tetap merasa lelah saat bangun, kondisi tersebut patut diwaspadai. Dalam dunia medis, tidur berlebihan atau oversleeping didefinisikan sebagai durasi tidur sembilan jam atau lebih dalam waktu 24 jam.

Tidur berlebihan tidak hanya berkaitan dengan lamanya waktu tidur. Kondisi ini sering disertai gejala lain seperti kantuk berat di siang hari, sakit kepala, tubuh terasa lemas, hingga ketergantungan pada tidur siang. 

Dikutip dari WebMD, Jumat, 8 Januari 2026 terdapat sejumlah faktor utama yang dapat memicu tidur berlebihan.

1. Pengaruh Zat Adiktif dan Alkohol

Penghentian penggunaan obat-obatan terlarang, terutama jenis stimulan seperti amfetamin dan kokain, dapat menyebabkan rasa kantuk berlebihan sebagai bagian dari proses pemulihan tubuh. Sementara itu, alkohol memiliki efek sedatif yang membuat seseorang mudah mengantuk.

Meski begitu, konsumsi alkohol justru dapat memicu Excessive Daytime Sleepiness, yaitu kondisi sulit terjaga di siang hari.

2. Faktor Lingkungan dan Gaya Hidup

Tekanan hidup modern sering kali mengganggu ritme alami tubuh. Beban kerja berat, jadwal harian yang terlalu padat, hingga tanggung jawab keluarga dapat membuat waktu tidur terpangkas. Akibatnya, tubuh berusaha seolah "membayar utang tidur” dengan tidur lebih lama di kemudian hari.

Selain itu, sistem kerja sif atau shift work juga berperan besar. Pola kerja malam yang bertentangan dengan ritme sirkadian dapat menurunkan kualitas tidur dan mendorong tubuh untuk tidur lebih lama sebagai bentuk kompensasi.

3. Kondisi Tubuh Saat Sakit

Saat terserang flu, batuk, atau infeksi lain, tubuh membutuhkan energi lebih untuk melawan penyakit. Tidur menjadi salah satu mekanisme pemulihan alami. Namun, meski durasinya panjang, tidur saat sakit sering kali tidak memberikan rasa segar saat bangun.

4. Akumulasi Utang Tidur

Kurang tidur dalam beberapa hari atau minggu dapat menumpuk menjadi sleep debt. Tubuh kemudian berusaha menebusnya dengan tidur lebih lama, terutama saat akhir pekan atau hari libur.

5. Efek Samping Obat-obatan

Sejumlah obat diketahui dapat menimbulkan rasa kantuk berkepanjangan. Antihistamin atau obat alergi, misalnya, bekerja dengan menekan histamin yang berperan dalam menjaga kewaspadaan.

Obat pereda nyeri tertentu, obat gangguan mental seperti antidepresan, serta obat tidur dan penenang juga dapat mengganggu ritme tidur alami jika digunakan tidak tepat atau dalam jangka panjang.

6. Masalah Kesehatan Fisik dan Mental

Penyakit kronis seperti diabetes, nyeri kronis, fibromyalgia, dan hipotiroidisme dapat membuat tubuh mudah lelah. Dari sisi mental, depresi dan gangguan kecemasan juga sering dikaitkan dengan peningkatan durasi tidur.

7. Gangguan Tidur Klinis

Beberapa gangguan tidur memang menyebabkan seseorang tidur lebih lama dari normal. Salah satunya adalah hipersomnia, yang ditandai dengan kantuk berlebihan di siang hari meski sudah tidur lama.

Sleep apnea juga cukup umum terjadi, ditandai dengan gangguan napas saat tidur yang menurunkan kualitas istirahat. Selain itu, terdapat narcolepsy yang menyebabkan serangan tidur mendadak, serta Restless Leg Syndrome yang membuat tidur menjadi tidak nyenyak. Kondisi-kondisi ini umumnya memerlukan penanganan medis.

Berapa Lama Tidur yang Ideal?

Kebutuhan tidur sangat dipengaruhi oleh usia. Bayi usia 4 bulan hingga 1 tahun membutuhkan sekitar 12–16 jam tidur per hari. Balita usia 1–2 tahun memerlukan 11–14 jam, sementara anak prasekolah (3–5 tahun) disarankan tidur 10–13 jam.

Anak usia sekolah (6–12 tahun) idealnya tidur 9–12 jam per hari. Remaja usia 13–18 tahun membutuhkan 8–10 jam tidur setiap malam. Adapun orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dianjurkan tidur sekitar 7–8 jam per hari.

Para ahli menekankan bahwa kualitas tidur sama pentingnya dengan durasi. Tidur lama namun tidak nyenyak tetap dapat membuat tubuh terasa lelah.

Risiko Kesehatan di Balik Tidur Terlalu Lama

Tidur memang penting, tetapi jika dilakukan secara berlebihan dalam jangka panjang, risikonya tidak bisa diabaikan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa durasi tidur yang tidak seimbang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius.

Salah satu temuan menyebutkan bahwa orang yang tidur lebih dari tujuh jam atau kurang dari enam jam per hari cenderung memiliki kadar C-reactive protein lebih tinggi. CRP merupakan penanda peradangan yang berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung.

Analisis data kesehatan juga menemukan hubungan antara tidur terlalu lama dengan meningkatnya risiko stroke dan penyakit jantung. Risiko kematian meningkat seiring bertambahnya durasi tidur. Tidur 9 jam per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko sekitar 14 persen, 10 jam sebesar 30 persen, dan 11 jam mencapai 47 persen.

Temuan ini menegaskan bahwa tidur bukan hanya soal banyaknya waktu yang dihabiskan di tempat tidur. Pola tidur yang seimbang, teratur, dan sesuai kebutuhan usia merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang dan kualitas hidup.

Read Entire Article